AS dan NATO Dinilai Tak Serius Tanggapi Potensi Resiko Perang Nuklir

WASHINGTON, - Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat mengecam sikap para pejabat dan tokoh politik negara-negara barat yang tidak menganggap serius ancaman perang nuklir.

“Generasi politisi NATO saat ini jelas tidak menganggap serius ancaman nuklir,” kata Antonov dalam sebuah wawancara dengan Newsweek pada tengah pekan ini.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa para pejabat Rusia akan terus mengupayakan kesepakatan dengan negara-negara barat, untuk mencegah perang nuklir terjadi.

“Itu tidak pernah menghentikan upaya kami untuk mencapai kesepakatan yang akan menjamin bahwa konfrontasi bencana tidak akan terjadi. Negara kami-lah yang dalam beberapa tahun terakhir terus-menerus mengusulkan kepada rekan-rekan Amerika untuk menegaskan bahwa tidak ada pemenang dalam perang nuklir, sehingga itu tidak boleh terjadi," tambahnya.

Sementara itu, sejumlah tokoh pejabat Amerika Serikat bersikeras bahwa Rusialah yang telah meningkatkan retorika perang nuklir. Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley menuduh Rusia sebagai pihak yang pertama kali mengancam akan menggunakan senjata nuklirnya dalam konflik Ukraina.

Tuduhan tersebut mereka lontarkan usai Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan untuk meningkatkan status siaga nuklir tak lama setelah ia memulai operasi militer ke wilayah Ukraina pada akhir Februari lalu. Pada saat itu, Putin mengatakan bahwa peningkatan status siaga tersebut terpaksa dilakukan karena negara-negara barat menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Moskow.

Antonov membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa Rusia hanya akan menggunakan senjata nuklir saat pihak asing melancarkan agresi militer yang mengancam keamanan dan eksistensi Rusia.



sumber: www.jitunews.com